Laman

Rabu, 28 Juli 2010

Mahalnya harga sebuah "MAAF"

"Asslmlkm wr wb

teriring cinta dan sayang untuk adinda....

dinda, mungkin kini engkau tengah kebingungan mencari sebentuk udara yang kan membuatmu merasa lega. suatu tempat asing telah memisahkanmu dari yang lainnya, menyeretmu pada ketidakterimaan yang boleh jadi akan kau bagikan pada sahabatmu atau malah kau sembunyikan dan menjadi hal yang mebingingkanmu hingga engkau tak lagi bisa berfikir ke arah lain,,, hingga dadamu serasa sesak tak mendapat udara kelegaan.

sungguh,,, jalan ini penuh onak dan duri. jangan engkau bertanya mengapa, karena hanya orang2 yang seperti engkau yang sanggup memikulnya, itu alasan mengapa kita disini.

adinda,,, dalam jalan ini, setiap insan memiliki peluang, dan yakinlah bahwa Ia Sang Maha Adil memberikan peluang pada kita masing2 dalam suatu tempat yang berbeda. selanjutnya,,, yunda berfikir bahwa keberlangsungannya tergantung pada kita, apakah kita memanfaatkan peluang yang diberikan dengan baik atau malah sebaliknya.

dan perlu engkau ingat dinda bahwa tempat yang disiapkan untuk mu bukanlah tempat yang disediakan untuk melayanimu, tapi untuk menempamu,, engkau sebagai orang yang telah tau, tak pantas meminta lebih lagi, karena sewajarnya engkaulah yang memberikan bukan diberi. aduh dinda,,, yunda mu ini terlalu naif,,, serasa sesak jika memikirkan kedepannya, suatu tempat yang luas akan terbentang untuk kita,,, kan kita garapkah atau hanya kita lihat saja menjadi suatu yang sia2.

peluh kita disini tak kan sia2 dinda. jika kita mengambil hikmahnya. setersembunyinya engkau bekerja, sekuat apapun orang menutupinya,,, itu tidaklah penting,, karena manfaatnya toh ada di kita juga,,,,

sepantasnyalah kita bersyukur disini, kita diberi wadah yang menempa kita sebelum terjun pada suasana nyata."



waalaikumusalam warohmatullah..

ayunda yang ku sayangi dan ku cintai,semoga Allah menghimpun kita dalam lingkaran cinta kasih-Nya.

Aku jujur,aku bukan orang yang seperti kedua namaku,,bahkan tangan ini masih meraba yunda. Aku hanya berfikir,mungkin ego ku yang terlalu tinggi hingga kerasnya karang hati tak mampu di tembus dengan sebuah kebijaksanaan yang menurut orang lain bagus. Aku hanya sedang tak mengerti mengapa hati terasa berat menerima semua yang diberikan kepadaku atas nama cinta-Nya. Menambah pilunya hati,,mungkin inilah arti betapa berjiwa besar itu mulia karna begitu berat bayarannya. Sayang aku masih belum bisa ayunda..

Aku terharu dengan kata-kata yunda,hingga air mata kokohku berbicara. Terima kasih ayunda...