Bismillah..
Ketika saya menuliskan hal ini, apa yang saya tulis adalah bahasa hati dan juga bahasa jiwa. Ya, ini adalah sebuah kegelisahan. Saya tidak sedang berkeluh kesah, atau sedang mencurahkan isi hati saya. Tidak! Sekali lagi saya katakan, tidak!
Kata-kata ini lebih tepatnya adalah sebuah nasehat untuk diri saya pribadi atau juga orang yang memiliki kepribadian seperti saya. Well, orang mengatakan saya adalah sanguinis sejati yang bergolongan darah O. lantas, apanya yang salah??
Oke, saya akan jelaskan. Begini, dalam sejarah hidup saya, hal yang saya sukai adalah merenung, berimajinasi dan menyenangkan orang. Akan tetapi,keburukan saya adalah indisipliner dan pemalas.
Saya mempunyai segudang mimpi-mimpi besar, yang kalau itu semua terwujud maka saya adalah orang yang luar biasa, akan tetapi kemalasan saya yang akut hamper dapat dikatakan bahwa saya seperti sedang menenggak racun yang perlahan-lahan membunuh saya.
Jujur,ketika saya menulis ini saya baru saja menyadari bahwa saya telah melewati 21 tahun umur saya dengan berleha-leha alias bersantai ria. Besok adalah hari dimana tugas desain taman saya dateline dikumpulkan, tapi apa yang telah saya perbuat? Alih-alih siap dikumpul,barang satu sentipun aku belum mencoretkan pensilku diatas kalkir.
Besok adalah hari dimana aku haus menemui ketua organisasi saya, menjelaskan duduk permasalahan dari semua kesalahan komunikasi ini dan menyerahkan berkas proposal global yang sudah 95% selesai saya kerjakan. Tapi sampai detik ini saya belum menyelesaikan 5% nya, ya saya malah menulis ini.
Besok adalah hari dimana saya juga telah membuat janji kepada salah seorang teman saya,Iin untuk memberikan hasil laporan sementara pengamatan saya.jujur,sya katakan satu tintapun belum ada saya pindahkan laporan salinan itu.
Saya adalah orang yang mempunyai mimpi besar untuk mejadi seorang professor. Akan tetapi, hingga akhir semester 5 ini IPK saya belum juga mencapai 3,00 ! tragis, mana ada professor dengan IPK 2 koma sekian sekian ! tapi saya tak kunjung belajar dengan serius.
Saya adalah seseorang yang berkeinginan besar untuk mapan financial,tapi hingga detik inipin saya belum melakukan sesuatupun untuk memperbaiki financial saya minimal mandiri financial. Saya adalah wanita yang ingin sekali memiliki buku yang saya tulis sendiri, tapi jangankan satu buku, selembar tulisanpun belum ada yang kualified!
Saya selalu mengatakan bahwa saya adalah seorang yang romantic,puitis, dan menyenangkan. Tapi sampai usia 21 tahun inipun saya belum mampu untuk membuktikan hal itu. Cita-cita saya memang benar setinggi langit, impian-impian saya memang benar seindah dan seagung alam mayapada ini. Tapi maaf, saya tak ubahnya bagai kunang yang berharap jadi bintang. Saya katakan, keinginan terdekat saya adalah mampu ke Australia walaupun hanya 1 bulan sebagai seorang mahasiswa Exchange, tapi jangankan ke Australia, bahasa inggrispun masih da-di-du-dam-yes!
Jika ingin menceritakan kesedihan, maka sayapun akan bercerita untuk mu. Apa kamu tau dengan Syiefa-ul Qalbi? Yah, benar sekali! Dia adalah nama pena sekaligus nama facebook saya. Bukan apa-apa, tapi saya ingin kita mencermati bagian demi bagian dari hidup saya. Syiefa adalah Obat,dan Qalb adalah jantung. Pengambilan nama ini pada awalnya adalah suatu bentuk pelarian dari namaku yang sesungguhnya, tau siapa namaku? Benar sekali,Umi Qona’ah.
Terus terang saja, saya malu mempunyai nama depan “umi”. Dilema mempunyai nama “umi’, keseleo lidah maka orang akan memanggil saya “ummi” yang artinya buta huruf dan juga nggak bias baca, kasarnya gak bias baca tulis! Licin sedikit maka orang akan memanggil saya ”umi” yang berarti ibu. Saya akui,sejak orang tua member nama itu maka saya resmi menjadi seorang “ibu”. Kemudian apa salahnya? Tidak ada,hanya saja saya tidak pantas untuk panggilan umi. Waktu SMP saya mencari nama keren dari namaku yang asli,didapatlah nama pena: Mawar Merah. Yah, bias dikatakan sejak itu saya benar-benar menjadi seperti bunga mawar. Terkenal,dikenal tapi diam-diam sadis! Waktu SMP saya sempat berganti nama pena menjadi :Bintang Fazaristy, nama tokoh fiksi dari sebuah cerpen favorit saya yang artinya’cahaya yang bersinat dihati ibu” dan tau apa efeknya? Mmm,bias dikatakan saya memang mampu membanggakan ibu, setidaknya dalam dua sisi. Membanggakan beliau dengan prestasi sekaligus membanggakan beliau dengan sikapku yang durhaka kepada beliau:terus terang saya malu punya ibu seperti beliau.
Akhir SMA, saya berganti nama pena menjadi Miah, uMI qonaAH. Hasilnya? Tidak banyak berubah,saya lebih menjadi gadis nakal yang manja. Dan waktu serta takdirpun mempertemukan aku dengan Syiefa_ul Qalbi. Saya fikir,itu lebih baik karena dengan nama itu setidaknya orang akan mendo’akan saya agar mampu menjadi obat dan juga tidak mengenal nama asli saya. Mungkin teman-teman akan bertsnys, memangnya kenapa dengan Umi Qonaah? Apakah itu cukup memalukan buat saya? Saya jawab,Iya!
Kenapa? Karena hingga detik inipun saya belum mampu menjadi wanita yang berkarakter”umi” dan seorang wanita yang bersifat “Qona’ah”. Belum,sama sekali belum mampu! Ini hal yang menyedihkan untuk saya,yang pertama.
Kedua, karena hingga detik ini saya masih berkubak pada masalah internal diri,internal keluarga,dan financial. Saya hamper stress dan hilang akal sehat jika ketiga kolam lumpur tersebut mengelilingi saya. Bahkan nasehat temanpun tak kudengar jika aku benar-benar mabuk kolam lumpur tadi. Kuliah bias dengan mudah kutinggalkan, organisasi kulalaikan, dan ibadah kutangguh-tangguhkan, na’udzubillah!!!!
Ketiga, meskipun saya mengenali karakter dan sifat saya yang sesungguhnyaa, saya tak kunjung keluar dari hiruk pikuk keakutan saya ini. Miris, ketika saya tengah beremosi buruk,maka radius 10 meter bias merasakan efek negatifnya.
Saya fikir,untuk malam ini cukup. Lain kali saya akan bercerita yang lain. Cerita tentang diriku.
shodaqqAllahul ‘adziim..
See you,next chance !!
At kostan Norma: 23:11
Gang Lampung II, 3 Desember 2011
“Syiefa_ul Qalbi”
1 komentar:
Hm....
Posting Komentar