Aku mencari..
Dalam tetumpukan serasah basah hingga kering embun dedaunan pagi
Aku, masih mencari..
Kutemui dalam riak-riak air, mengalir-hilang
kusimak dalam cericit burung, Kacau-pilu
menatap dalam air, bias-pudar
Aku tak tahan!!
Tersandar dibalik kayu manis,
haruskah kucerita pada sepohon kayu bisu?
Atau pada cericit burung yang menyapa?
ataukah pada kupu-kupu yang melintas?
haruskah kucerita resah ini?
Aku,masih mencari..
Apa harus kutanya semilir angin yang menghiburku?
Atau pada capung riang di atas air?
atau pada bayang-bayang awan di dasar kolam?
haruskah kutanyakan hal ini?
Aku, masih mencari..
kupanggil kawanan prenjak, ia acuhkan aku
ku seru riak-riak air, ia biaskan ku
aku memelas pada semilir angin, dedaunan menertawakanku
kudekati capung-capung air, ia menjauh.
lalu, pada siapa kutawar gelisah ini?
menelungkup dibalik kayu manis, aku malu..
kupu-kupu mendekat di kelopak mata, seolah,"izinkan sayapku menyeka air matamu"
tapi ia terbang dalam sekerjap mata
aku terbentur dalam bayang didasar kolam
riak air merusak wajahku, oh bukan!
ini tetesan air yang jatuh satu-satu,
dan aku hancur diterpa angin
aku masih mencari..
dimana dicari jiwa yang kini berlari?
dimana dicari jiwa yang tengah menyepi?
aku, terus mencari...
#Syiefa_ul Qalbi#
bumi Allah, jum'at (231220110) 10:18
1 komentar:
sebuah refleksi dari kegelisahan jiwa
Posting Komentar