CINTA;
kali ini aku tidak sedang merayu,ini adalah bahasa cinta: hati dan jiwa.
CINTA:
kureguk cintaMu di tiap senja dan fajar,
sejuk menelusup hingga ke relung-relung jiwa..
dalam resah,bahagia dan airmata: aku tenang karna cintaMU.
kukecup manis cintaMU dalam setiap desah nafas dan denyut nadi..
ku katakan :"akan kuabdikan seluruh hidupku untuk cintaMU yang tak putus"
"janganlah engkau bersumpah atas dasar kecintaanku,
aku hanya menunjukkan cintaku,maka tunjukkanlah kecintaanMU dengan cinta yang baik untukKu, maka akan KU khabaran pada semesta: bahwa AKU sangatlah mencintaimu" :itu jawabanMU
dalam bulan dan mentari: aku ingin mencintaiMU kini dan nanti; karna aku tahu tak ada celah ku untuk mengkhianatiMU.
dengan cintaMU CINTA: maka nikmat cinta mana lagi yang harus kudustakan??*
ket: * = QS. Ar-rahman: 16
*Syiefa-ul Qalbi at Tamyiz 71*
senin:160112 19:48
Tampilkan postingan dengan label PUISIKU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PUISIKU. Tampilkan semua postingan
Senin, 16 Januari 2012
Senin, 09 Januari 2012
_wasiat untuk adikku_
Dik,
kakak ingin mengatakan beberapa hal untuk mu:
pertama, dunia itu indah tapi akhirat jaauuuh lebih menggiurkan.
wanita itu cantik,tapi bidadari syurga sangat mempesona.
kekayaan dunia itu nikmat,tapi singgasana firdaus jaauuh lebih menjanjikan kenikmatan.
Dik,
dunia itu tipudaya, akhirat itu kepastian.
dik,
kenapa engkau malu dengan darah islam yang melekat dalam atribut hidupmu?
mengapa engkau malu?
namaku dan namamu adalah do'a ayah dan bunda kita,
tidak ada yang norak apalagi ingin mempermalukanmu.
mengapa malu menyata cinta kpd-Nya jika setiap detik dari usiamu adalah bukti kasih-Nya?
dik,
tidak ada syarat dalam setiap CINTA
tidak ada keluh dalam setiap PENGORBANAN
tidak ada duka dalam setiap KEIKHLASAN
Dik,
jika nanti engkau telah lelah mencari,
jika nanti engkau telah penat berharap,
jika kemudian hari engkau kelu meratapi,
kembalilah..
maka kembalilah,dik..
kembalilah, karna DIA tak pernah menutup pintu-Nya untukmu.
kembalilah,dan kita akan berbahagia
kakak,ayah dan bunda menunggumu di Syurga.
oleh: Syiefa_ul QaLbi (Umi Qona'ah)
kakak ingin mengatakan beberapa hal untuk mu:
pertama, dunia itu indah tapi akhirat jaauuuh lebih menggiurkan.
wanita itu cantik,tapi bidadari syurga sangat mempesona.
kekayaan dunia itu nikmat,tapi singgasana firdaus jaauuh lebih menjanjikan kenikmatan.
Dik,
dunia itu tipudaya, akhirat itu kepastian.
dik,
kenapa engkau malu dengan darah islam yang melekat dalam atribut hidupmu?
mengapa engkau malu?
namaku dan namamu adalah do'a ayah dan bunda kita,
tidak ada yang norak apalagi ingin mempermalukanmu.
mengapa malu menyata cinta kpd-Nya jika setiap detik dari usiamu adalah bukti kasih-Nya?
dik,
tidak ada syarat dalam setiap CINTA
tidak ada keluh dalam setiap PENGORBANAN
tidak ada duka dalam setiap KEIKHLASAN
Dik,
jika nanti engkau telah lelah mencari,
jika nanti engkau telah penat berharap,
jika kemudian hari engkau kelu meratapi,
kembalilah..
maka kembalilah,dik..
kembalilah, karna DIA tak pernah menutup pintu-Nya untukmu.
kembalilah,dan kita akan berbahagia
kakak,ayah dan bunda menunggumu di Syurga.
oleh: Syiefa_ul QaLbi (Umi Qona'ah)
Selasa, 27 Desember 2011
"Dimana Dicari?"
Aku mencari..
Dalam tetumpukan serasah basah hingga kering embun dedaunan pagi
Aku, masih mencari..
Kutemui dalam riak-riak air, mengalir-hilang
kusimak dalam cericit burung, Kacau-pilu
menatap dalam air, bias-pudar
Aku tak tahan!!
Tersandar dibalik kayu manis,
haruskah kucerita pada sepohon kayu bisu?
Atau pada cericit burung yang menyapa?
ataukah pada kupu-kupu yang melintas?
haruskah kucerita resah ini?
Aku,masih mencari..
Apa harus kutanya semilir angin yang menghiburku?
Atau pada capung riang di atas air?
atau pada bayang-bayang awan di dasar kolam?
haruskah kutanyakan hal ini?
Aku, masih mencari..
kupanggil kawanan prenjak, ia acuhkan aku
ku seru riak-riak air, ia biaskan ku
aku memelas pada semilir angin, dedaunan menertawakanku
kudekati capung-capung air, ia menjauh.
lalu, pada siapa kutawar gelisah ini?
menelungkup dibalik kayu manis, aku malu..
kupu-kupu mendekat di kelopak mata, seolah,"izinkan sayapku menyeka air matamu"
tapi ia terbang dalam sekerjap mata
aku terbentur dalam bayang didasar kolam
riak air merusak wajahku, oh bukan!
ini tetesan air yang jatuh satu-satu,
dan aku hancur diterpa angin
aku masih mencari..
dimana dicari jiwa yang kini berlari?
dimana dicari jiwa yang tengah menyepi?
aku, terus mencari...
#Syiefa_ul Qalbi#
bumi Allah, jum'at (231220110) 10:18
Dalam tetumpukan serasah basah hingga kering embun dedaunan pagi
Aku, masih mencari..
Kutemui dalam riak-riak air, mengalir-hilang
kusimak dalam cericit burung, Kacau-pilu
menatap dalam air, bias-pudar
Aku tak tahan!!
Tersandar dibalik kayu manis,
haruskah kucerita pada sepohon kayu bisu?
Atau pada cericit burung yang menyapa?
ataukah pada kupu-kupu yang melintas?
haruskah kucerita resah ini?
Aku,masih mencari..
Apa harus kutanya semilir angin yang menghiburku?
Atau pada capung riang di atas air?
atau pada bayang-bayang awan di dasar kolam?
haruskah kutanyakan hal ini?
Aku, masih mencari..
kupanggil kawanan prenjak, ia acuhkan aku
ku seru riak-riak air, ia biaskan ku
aku memelas pada semilir angin, dedaunan menertawakanku
kudekati capung-capung air, ia menjauh.
lalu, pada siapa kutawar gelisah ini?
menelungkup dibalik kayu manis, aku malu..
kupu-kupu mendekat di kelopak mata, seolah,"izinkan sayapku menyeka air matamu"
tapi ia terbang dalam sekerjap mata
aku terbentur dalam bayang didasar kolam
riak air merusak wajahku, oh bukan!
ini tetesan air yang jatuh satu-satu,
dan aku hancur diterpa angin
aku masih mencari..
dimana dicari jiwa yang kini berlari?
dimana dicari jiwa yang tengah menyepi?
aku, terus mencari...
#Syiefa_ul Qalbi#
bumi Allah, jum'at (231220110) 10:18
Langganan:
Postingan (Atom)